| 07 April 2010
Perusahaan riset Deloitte menyelidiki dampak jejaring sosial terhadap reputasi sebuah organisasi dan individu. Berikut adalah hasilnya:
- 74% pekerja berpendapat, mudah untuk merusak reputasi sebuah perusahaan di media sosial, tapi hanya 27% yang berpikir untuk benar-benar melakukannya
- 58% eksekutif setuju bahwa risiko reputasi dan jejaring sosial patut dijadikan isu penting
- 53% pekerja tidak ingin perusahaan atau atasan masuk ke halaman jejaring sosial mereka
- 40% eksekutif perusahaan beda pendapat dengan pekerja dan 30% melakukan monitoring secara informal terhadap situs-situs pertemanan.
- 61% pekerja berpendapat meski perusahaan mengawasi, mereka tidak akan mengubah kebiasaan online mereka, karena tidak ada hal yang bersifat privat, dan telah melakukan sejumlah penyesuaian pada profil online mereka.
- 27% pekerja tidak mempertimbangkan konsekuensi etis
Blogger Michael Specht, dalam web socialmediatoday.com berpendapat temuan ini cukup mengkhawatirkan. Bagi Specht, ini mengindikasikan perlunya edukasi terkait perilaku online para penggemar jejaring sosial.
Berikut adalah 5 pasal dari Specht untuk menjaga reputasi online kita:




